4 Metode Yang Sering Digunakan Dalam Public Speaking

4 Metode Yang Sering Digunakan Dalam Public Speaking
4 Metode Yang Sering Digunakan Dalam Public Speaking

Public speaking merupakan seni berpidato dimana pembicara melakukan komunikasi dengan pendengarnya melalui presentasi lisan. Dalam pelaksanaanya, seorang public speaker bisa menggunakan beberapa metode sesuai kebutuhan. Lantas, apa saja metode berbicara di depan publik yang sering digunakan oleh seorang  public speaker? Berikut ulasannya. 

Metode Improptu (Ad Libitum)

Metode yang pertama adalah improptu. Improptu menjadi salah satu metode berbicara di depan publik yang diterapkan oleh banyak pembicara profesional. Improptu sendiri memiliki makna dibuat di tempat. Dengan kata lain, metode ini mengacu pada spontanitas pembicara. Mereka tidak banyak berlatih atau mempersiapkan naskah sejak jauh hari.

Metode improptu umumnya berupa pidato atau materi pendek dan kerap diberikan tanpa pemberitahuan. Pembicara tidak perlu melihat catatan atau naskah sehingga bisa lebih fokus kepada audiens. Hal ini tentu dapat meningkatkan keterlibatan audiens dengan materi yang disampaikan oleh pembicara.

Metode improptu dibagi menjadi tiga kategori, diantaranya sama sekali tanpa persiapan, sedikit persiapan, serta berlatih sekedarnya saja. 

Metode Manuscript

Metode manucript yaitu teknik berbicara di depan publik dengan persiapan naskah secara matang. Manucript sering kali digunakan oleh pembicara yang ingin memberikan sambutan di acara formal atau resmi. 

Metode manuscript  biasanya dipilih untuk meminimalkan terjadinya kesalahan dalam menyampaikan sambutan, pidato maupun presentasi. Sebab, setiap kata yang diucapkan akan diperhatikan oleh khalayak atau masyarakat. Untuk acara tertentu, penyampaian sambutan juga bisa dikutip oleh media massa.  

Metode Extempore

Metode public speaking yang selanjutnya adalah extempore. Extempore merupakan metode berbicara di depan publik yang sangat direkomendasikan untuk public speaker berpengalaman. Alasannya karena metode extempore menggunakan naskah yang berisi outline serta pokok-pokok bahasan penunjang saja. 

Dengan menggunakan outline, pembicara memiliki acuan untuk mengatur gagasan yang ingin disampaikan kepada audiens. Selain tidak membutuhkan waktu lama untuk proses pembuatan naskah, metode extempore dapat menghindari berbagai risiko kesalahan yang tidak disengaja. Misalnya, membahas topik yang keluar dari tema presentasi atau pidato. 

Metode Memorized

Metode memorized dalam public speaking adalah teknik berbicara di depan umum yang dilakukan dengan cara menghafal naskah. Metode memorized mengharuskan pembicara untuk menguasai semua materi serta susunan bahasa yang terdapat di dalam naskah. Oleh sebab itu, metode memorized sangat cocok diterapkan oleh pembicara yang memiliki kemampuan daya ingat tinggi. 

Di samping itu, metode memorized juga sering digunakan oleh pembicara dengan materi pembahasan yang sederhana namun tetap menarik. 

Demikianlah ulasan tentang empat metode yang sering digunakan oleh seorang public speaker. Beberapa metode public speaking di atas bisa disesuaikan dengan berbagai kebutuhan acara.Mulai dari seminar, konferensi hingga ceramah. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda yang ingin berkarier sebagai seorang public speaker profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *